Kamis, 09 April 2015

Tugas Foto Realisme(Pencahayaan dan Bayangan)


Kelas             : 3IA04
Anggota        : Fadli Syukri Zaidan           (52412633)
                         Hilman Zuhdi                     (53412486)
                         Imam Reza                         (53412639)
                         Luffi Adam                         (54412256)
                         Radhi Al-Hamid                 (55412856)

Analisis Objek

       Objek korek api dibuat dengan aplikasi Blender. Pembuatan objek dilakukan dengan menggunakan beberapa kubus, yaitu untuk membuat objek batang korek, kepala korek, dan alas. Pewarnaan pada batang korek berwarna coklat memberikan efek lebih nyata seperti warna aslinya. Pencahayaan yang digunakan adalah Lamp. Cahaya diberikan pada sisi kiri, sehingga bayangan korek tercipta pada sisi kanan. Cahaya juga membuat kepala korek api menjadi berwarna gelap disisi kanan sedangkan warna merah lebih terang dari sebelah kanan(arah datangnya cahaya). Tak hanya objek korek api, objek alas pun tampak menjadi lebih realistis. Alas lebih terlihat gelap di sisi kanan dan terang disisi kiri, karena objek tepat berada diatas Lamp. Bayangan korek api terbentuk lebih gelap dan tampak pada alas.

Senin, 09 Maret 2015

Unity 3D



        Teknologi pembuatan game berkembang pesat seiring pesatnya perkembangan teknologi. Berbagai macam aplikasi digunakan dalam pembuatan game. Salah satu aplikasi yang sering digunakan oleh berbagai macam vendor game adalah Unity 3D . Unity 3D adalah sebuah game engine yang berbasis cross-platform. Unity dapat digunakan untuk membuat sebuah game yang bisa digunakan pada berbeagai macam perangkat, yaitu komputer, ponsel pintar android, iPhone, PS3, dan bahkan X-BOX.

       Unity 3D tidak dirancang untuk proses desain atau modelling, dikarenakan unity bukan tool untuk mendesain. Jika ingin mendesain, pergunakan aplikasi 3D editor lain seperti 3dsmax atau Blender. Banyak hal yang bisa dilakukan dengan unity, ada fitur audio reverb zone, particle effect, dan Sky Box untuk menambahkan langit.

       Pembuatan script merupakan hal yang wajib dalam proses pembuatan game menggunakan 3d unity. JavaScript, C#, dan Boo menjadi bahasa pemrograman saat menggunakan  Unity 3D.

       Terdapat beberapa kelebihan dari Unity 3D. Kelebihan unity yaitu multiple platform, maksudnya banyak platform yang diisupport oleh unity, misal Windows, Mac, iPhone, iPad, Android, Nintendo Wii, dan juga browser. Untuk browser, kita memerlukan sebuah plugin, yaitu Unity Web Player, sama halnya dengan Flash Player pada Browser.

         Ada beberapa contoh game yang dibuat menggunakan Unity3d yaitu Temple Run Oz,dan  Bad Piggies.




Sumber : http://blog-habibie.blogspot.com/2012/04/unity3d-cross-platform-game-engine.html

Jumat, 02 Januari 2015

Hasil Pembuatan Model Tempat Tidur 3D Menggunakan Aplikasi Blender

Pada postingan sebelumnya saya membandingkan 3 aplikasi pengolah grafis. Sekarang saya dapat memilih aplikasi yang termudah untuk saya. Oleh karena itu,saya memilih untuk menggunakan aplikasi Blender untuk pembuatan model tempat tidur 3D. 
Berikut ini adalah tampilan hasilnya setelah proses rendering.

Jumat, 21 November 2014

Perbandingan Aplikasi Blender, Autodesk Maya dan 3d Max dalam Proses Pembuatan Model Kepala dan Efek Kerutan pada Wajah

       Kali ini saya akan mengulas topik tentang perbandingan cara pembuatan model kepala serta memberikan efek kerutan pada wajah menggunakan 3 aplikasi 3d, yaitu Blender, Autodesk Maya, dan Autodesk 3ds Max. Perbandingan dilakukan dengan cara menganalisa tutorial pembuatan wajah dari 3 aplikasi tsb.

      Ada banyak cara dalam membuat kepala dengan menggunakan aplikasi tersebut, namun pembuatan wajah yang saya gunakan dalam perbandingan ini adalah dengan cara menggunakan foto asli kepala dari tampilan depan dan samping.

          Berikut ini adalah tampilan model objek yang akan di analisa cara pembuatannya :

      Gambar diatas adalah tampilan model kepala, sedangkan gambar dibawah merupakan model kepala yang sama ,namun dengan tambahan efek kerutan pada wajah.
           
            1.      Menggunakan Autodesk Maya

 
           
       Awal mula pembuatannya dengan menampilkan 4 view window. Pengaturan window dilakukan dalam menu Project Window. Window terdiri dari tampilan prespektif 3d, foto depan, foto samping, dan tampilan atas. Kemudian mengimpor foto depan dan foto samping dengan cara klik import image pada menu image plane. Setelah terimpor, tampilan foto pada menu perspektif masih menyilang antara foto samping dan depan. Karena itu perlu diubah letak X&Y pada kedua foto dengan cara mengubah angka pada Image Corner X&Y. Foto digunakan untuk acuan dalam membentuk tampilan model sehingga mendapatkan model dengan hasil yang mirip aslinya. Dalam tutorial yang saya analisa, kotak(cube) menjadi objek awal yang kemudian diubah menjadi bentuk wajah dengan cara menambahkan vertex dan edges pada objek. Terdapat Interactive Tools dan Insert Edge Loop yang memudahkan pembutan objek pada aplikasi ini dalam mengolah edges dan vertex.
Setelah objek wajah terbentuk, pemberian warna, dan pengaturan cahaya diberikan untuk mendapatkan efek kerutan pada wajah.

             2.       Menggunakan Autodesk 3ds Max



       
      Tak berbeda awalannya dengan Autodesk Maya.  Awal mula dalam proses pembuatan kepala dengan 3ds Max membuat 4 tampilan yaitu window depan, samping,atas, dan perspektif 3D. Selanjutnya mengimpor foto depan dan samping. Kemudian membuat detail setiap lekuk bentuk kepala dengan menggunakan Plane(bidang). Edit Poly pada setiap plane digunakan untuk mengatur bentuk vertex, edges, pada setiap plane(bidang). Dalam tutorial ini pembentukan wajah dilakukan dengan penggabungan setiap plane yang pada akhirnya akan menjadi 1 plane(bidang) dengan bentuk kepala. Untuk efek kerutan didapat dengan mengatur pewarnaan material di Material Editor.

              3.       Menggunakan Blender

        
       Sedikit berbeda dengan Autodesk Maya & 3Ds Max, pembuatan model kepala pada Blender diawali dengan membuat hanya 2 tampilan window. Window terdiri dari tampilan foto depan dan samping. Foto diimpor dengan cara mengubah Background Images.
Karena pada tutorial yang saya amati tidak menggunakan Cube dalam membuat model kepala, maka Cube yang ada pada tampilan default new file pada Blender dihapus. Objek awal yang digunakan dalam pembuatan model ini adalah Cylinder. Cylinder dibentuk dengan berbagai macam shortcut pada Blender. Seperti G untuk menggeser/memindahkan objek, W(subdivide) untuk menambahkan vertex(titik sudut) ,S untuk mengatur skala , dan E(Extrude) untuk menambah ketebalan objek dalam pembuatan lubang hidung. Efek kerutan dibuat dengan pengaturan warna material objek.

Kesimpulan

       Setelah menganalisa beberapa tutorial pembuatan model kepala, saya dapat mengambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :

1.       Hasil terbaik

       Setelah menganalisa, pembuatan objek menggunakan Autodesk Maya memiliki hasil yang lebih baik, karena dalam aplikasi ini pengaturan cahaya dapat diatur dengan lebih kompleks dan proses rendering yang powerful sehingga membuat tampilan model terlihat sangat menyerupai objek asli dalam foto yang digunakan. Terbukti dari banyaknya pemakaian Autodesk Maya dalam pembuatan film 3D(contoh: Iron Man, dll).

2.      Tingkat Kerumitan Aplikasi & Efisiensi waktu 

       Secara garis besar ketiga aplikasi ini memiliki cara yang mirip dalam membentuk model kepala. Perbedaan terletak pada penamaan & penggunaan tools masing-masing aplikasi. 
       
      Dalam hal ini cara penggunaan aplikasi pada tiap user berbeda-beda. Ada user yang amatir, dan adapula yang ahli. Untuk para ahli pasti takkan mengalami kesulitan dalam aplikasi yang digunakannya dalam hal kerumitan dan efisiensi waktu. 

       Namun, untuk amatir menurut saya terasa lebih mudah menggunakan Blender karena banyaknya waktu yang digunakan dalam melakukan proses pengeditan model kepala dapat berkurang dengan penggunaan shortcut. Kerumitanpun juga berkurang karena mudahnya penggunaan shortcut saat mengubah/menambahkan vertex, dan edges pada objek.

Sumber:
Tutorial Autodesk 3ds max
https://www.youtube.com/watch?v=FH4UU8I0JcI&feature=youtu.be
Tutorial Autodesk Maya
https://www.youtube.com/watch?v=bHMp99w33K0&feature=youtu.be
Tutorial Blender
https://www.youtube.com/watch?v=ZO77Lgpv57U&feature=youtu.be



Kamis, 02 Oktober 2014

Analisa Desain Model Grafis 3D dalam Video Edukasi "The effects of smoking on your body"

Nama :Radhi Al Hamid
NPM : 55412856
Kelas :3IA04


Kali ini saya akan menganalisa model grafis 3D yang telah berupa video. Video yang saya amati berjudul "The effects of smoking on your body" . Video tersebut mempunyai tujuan untuk memberikan pengetahuan tentang akibat dari merokok terhadap tubuh kita yang dikemas menarik dalam bentuk animasi model 3D.
Berikut ini adalah beberapa hasil analisis :

1. Kualitas video animasi model grafis 3D

Dalam video ini, berbagai macam model grafis dibuat, dimulai dari model bagian luar tubuh manusia sampai dengan bagian dalam. Desain model-model grafis yang ditampilkan begitu mendetail.  Model terlihat lebih bergerak hidup dengan efek gradasi warna dan bayangannya.
Suara(audio) menarasikan bagaimana proses yang terjadi saat model bergerak, dalam hal ini diceritakan akibat-akibat merokok pada tubuh manusia.
Teks memberikan keterangan tentang nama-nama objek. Dalam video ini diberikan keterangan tentang nama-nama bagian dalam tubuh manusia yang terpengaruh oleh asap rokok.
Kombinasi apik antara model, suara dan teks memudahkan tersampaikannya pesan kepada setiap orang yang melihat video ini.

2. Tujuan setiap peragaan model   

Awal mula model memeragakan bagaimana proses asap rokok keluar masuk dalam tubuh melalui tenggorokan sampai ke paru-paru dengan tampilan model 3D paru-paru yang kembang kempis disertai tampilan asap didalamnya.

Kemudian diberikan penjelasan lebih detail dengan munculnya model grafis 3D yang menampilkan alveolus(merupakan bagian terkecil dalam paru-paru) yang kembang kempis dan efek perubahannya. Ditampilakan juga 2 model berbeda yang berfungsi untuk membandingan detail alveolus perokok dan bukan perokok.

Model tidak hanya menampilkan efek pada paru-paru. Terdapat juga model yang menampilkan efek pada bagian dalam tubuh lainnya yaitu jantung. Kemudian video ini menampilkan model 3D jantung dengan gerakan berdetak.

Dari model jantung ini ada efek zoom in yang menampilkan detail pembuluh darah pada jantung. Model pembuluh darah ini berupa saluran dengan tambahan detail model 3D darah yang berbentuk kepingan-kepingan yang mengalir mengikuti saluran tsb.

Model animasi 3D berikutnya adalah model jantung saat memompa oksigen dan darah keseluruh tubuh. Model ini dilengkapi dengan detail tampilan model aliran-aliran darah diseluruh tubuh. Dalam model ini dilengkapi dengan adanya perbedaan warna yaitu biru dan merah. Warna biru untuk memberikan efek aliran model saat memompa oksigen dan merah untuk efek saat memompa darah keseluruh tubuh.

Berikutnya, model menampilkan detail pembuluh darah normal dan perokok. Untuk model pembuluh darah normal terlihat bagaimana model darah mengalir normal, sedangkan bagi perokok terdapat plak pada dinding pembuluh darah yang memberikan informasi tentang menghambatnya aliran darah didalam tubuh.

Kemudian ditampilkan model wajah normal 3D dan perokok. Model ini membandingkan antara bukan perokok dan perokok. Didalam model ini ditampilkan efek kulit wajah yang normal dan kulit wajah yang berkerut bagi perokok. Model ini bertujuan untuk memberikan edukasi bahwa merokok dapat merusak tampilan kulit, yang awalnya kencang menjadi berkerut dan menyebabkan wajah terlihat lebih tua.

Tampilan akhir dari video ini adalah model 3D seluruh tubuh dan beberapa detail bagian dalam tubuh yang diberi warna hitam. Warna hitam tersebut menunjukkan potensi bagian tubuh yang dapat terkena kanker akibat dari merokok.